IMPLEMENTASI dan PEMELIHARAAN (pert.14)

  IMPLEMENTASI dan PEMELIHARAAN 1. IMPLEMENTASI PL IMPLEMENTASI • Perancangan dan implementasi PL adalah tahap dalam proses RPL dimana dikem...

PERANCANGAN APLIKASI WEB (pert.11)

 PERANCANGAN APLIKASI WEB

1. PENDAHULUAN

Perancangan aplikasi web memerlukan aktivitas teknis 

berupa:

1. Menetapkan tampilan pada web

2. Pembuatan rancangan estetika antarmuka pengguna

3. Pendefinisian struktur arsitektur aplikasi web secara keseluruhan

4. Pengembangan isi dan fungsional

5. Perencanaan navigasi


Perancangan web sangat penting bagi designer karena:

1. Membuat model yang dapat dinilai kualitasnya dan dapat diperbaiki sebelum isi dan kode dibentuk

2. Membuat model sebelum pengujian dilakukan

3. Membuat model sebelum end-user yang berjumlah besar menggunakan aplikasi


Langkah-langkah web design dengan membuat:

1. Perancangan Isi

Dikembangkan selama tahapan analisis, dilakukan sebagai basis untuk penetapan objek-objek

2. Perancangan Estetika (Perancangan Grafis)

Membuat tampilan yang akan dilihat oleh user

3. Perancangan Arsitektural

Fokus pada struktur hypermedia untuk semua objek isi dan untuk semua fungsi pada aplikasi web

4. Perancangan Antarmuka

Menentukan tampilan dan mekanisme interaksi yang mendefinisikan user interface

5. Perancangan Struktur Navigasi

Mendefinisikan bagaimana end user melakukan penelusuran untuk melintasi hypermedia

6. Perancangan Komponen

Merepresentasikan rincian struktur elemen-elemen fungsional aplikasi web


2. SIFAT-SIFAT APLIKASI WEB

a. Kepadatan jaringan

b. Keserempakan

c. Jumlah pengguna yang tidak dapat diprediksi

d. Kinerja

e. Ketersediaan

f. Digerakkan oleh data

g. Peka terhadap isi

h. Evolusi yang berkesinambungan

i. Kesegeraan

j. Keamanan

k. Estetika


3. KUALITAS PERANCANGAN

APLIKASI WEB

Atribut Kualitas:

1. Keamanan

Kemampuan aplikasi web dan lingkungan server untuk mencegah akses yang tidak sah, dan mencegah 

serangan-serangan yang berasal dari luar.

2. Ketersediaan

Pengukuran atas persentase waktu yang tersedia bagi aplikasi web untuk dapat digunakan oleh user.

3. Skalabilitas

Aplikasi web mampu mengakomodasi kebutuhan terhadap jumlah end user yang semakin bertambah

4. Waktu untuk masuk ke pasar

Ditinjau dari sudut pandang bisnis


4. PERANCANGAN ANTARMUKA

• Salah satu tantangan membuat user interface adalah bagaimana caranya user masuk ke aplikasi.

• Sasaran-sasaran user interface adalah untuk:

1. Menetapkan suatu jendela yang konsisten untuk meletakkan isi-isi dan fungsionalitas yang disediakan oleh user interface

2. Memandu user melalui serangkaian interaksi dengan aplikasi web yang dikembangkan

3. Mengorganisasikan pilihan-pilihan navigasi dan isi-isi yang dapat dilihat user yang dapat berupa menu navigasi, icon grafis, dan gambar-gambar grafis


5. PERANCANGAN ESTETIKA

Sering juga disebut Perancangan Grafis, yang merupakan tambahan artistik yang sering digunakan untuk melengkapi aspek-aspek teknis dari perancangan aplikasi web.

Tata letak yang baik pada perancangan interface:

1. Jangan mengisi bagian dari halaman web dengan informasi yang akhirnya sulit untuk mengidentifikasi informasi tersebut

2. Lakukan penekanan pada isi yang merupakan alasan utama bagi user untuk masuk ke aplikasi web

3. Lakukan pengelompokkan fitur navigasi, isi, dan fungsi

4. Jangan perluas bagian aplikasi dengan penggunaan scrollbar, sebaiknya kurangi isi yang jumlahnya banyak.

5. Sesuaikan resolusi layar dan ukuran jendela browser


6. PERANCANGAN ISI

• Hubungan objek isi dengan objek isi lainnya adalah sebagai bagian dari suatu model kebutuhan untuk aplikasi web.

• Permasalahan yang terjadi pada perancangan isi jika jumlah objek isi yang digabungkan untuk membentuk halaman web tunggal merupakan fungsi dari kebutuhan user, yang dibatasi oleh kecepatan pengunduhan koneksi ke internet, juga dibatasi oleh besarnya ukuran jendela monitor yang digunakan user.


7. PERANCANGAN ARSITEKTURAL

• Perancangan arsitektur web terkait dengan sasaran untuk aplikasi web, terkait dengan isi yang akan ditampilkan, user, dan navigasi.

• Arsitektur isi pada umumnya fokus pada bagaimana objek-objek isi distrukturkan agar layak untuk dipresentasikan kepada user dan menarik untuk ditelusuri.

• Aplikasi web distrukturkan untuk dapat mengelola interaksi user dengan aplikasi web, bagaimana menangani pekerjaan proses internal, bagaimana melakukan pengaturan navigasi, serta bagaimana menampilkan isinya.


A. Arsitektur Isi

1. Struktur Linier: dilakukan saat interaksi user dengan aplikasi web secara umum memperlihatkan urutan yang dapat diramalkan. Contoh: urutan pemasukan pemesanan produk dimana informasi tertentu harus dalam urutan yang bersifat spesifik.

2. Struktur Grid: arsitektur yang diterapkan saat isi aplikasi web dapat diorganisasikan menjadi 2 dimensi atau lebih. Dimensi horizontal merepresentasikan jenisjenis produk, dan dimensi vertikal merepresentasikan penawaran yang disediakan oleh penjualnya.

3. Struktur Hirarki: rancangan dimungkinkan adanya pencabangan hypertext (aliran kendali) secara horizontal bergerak melintasi cabang-cabang vertikal pada struktur aplikasi web.

4. Struktur Jaringan (Web Murni): struktur ini dapat digabungkan untuk membentuk struktur-struktur yang bersifat komposit.


B. Arsitektur AplikasiWeb

• Mendeskripsikan infrastruktur yang memungkinkan sistem atau aplikasi berbasis web untuk mencapai sasaran-sasaran bisnisnya.

• Arsitektur aplikasi web dibuat dalam 3 lapisan yang bertujuan untuk memisahkan antarmuka dari mekanisme navigasi dan dari perilaku yang dimiliki oleh aplikasi. Hal ini akan menyederhanakan implementasi aplikasi web dan akan meningkatkan penggunaan ulang komponen-komponennya.


Aristektur MVC (Model View-Controller) secara fungsional dijelaskan sebagai berikut:

a. Pengendalian: mengelola akses ke model, ke view dan 

melakukan koordinasi aliran data di antara model dan view.

b. Model: memuat semua isi yang bersifat spesifik terhadap aplikasi dan memuat logika pemrosesan, termasuk di dalamnya semua objek isi.

c. View: memuat semua fungsi yang bersifat spesifik terhadap user interface yang di dalamya termuat presentasi isi dan logika pemrosesan, objek isi, akses ke data dan ke sumber informasi lainnya, dan semua fungsionalitas pemrosesan yang diperlukan end user.


8. PERANCANGAN NAVIGASI

• Merancang lintasan-lintasan navigasi yang 

memungkinkan user mengakses isi dan fungsi-fungsi aplikasi web.

A. Semantik-Semantik Navigasi

• Unit semantik navigasi adalah sejumlah informasi dan struktur navigasi yang saling berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan user yang bersifat khusus.

• Contoh seorang pelanggan baru mungkin memiliki 3 use case yang berbeda yang semuanya menghasilkan akses ke informasi-informasi dan fungsi-fungsi aplikasi web yang berbeda. Semantik navigasi harus dibuat untuk masing-masing sasaran tersebut.

B. Sintak Navigasi

• Link navigasi yang bersifat individual: link berbasis teks, icon, tombol, pilihan, dan grafis harus sesuai dan konsisten dengan isi yang ditampilkan

• Bar navigasi horizontal: daftar kategori isi dan kategori fungsional utama yang berisi link yang sesuai

• Kolom-kolom navigasi vertikal:

• Berisi daftar kategori utama dan kategori fungsional

• Berisi semua objek isi utama

• Tab-tab: merepresentasikan kategori isi dan kategorifungsional sebagai tab sheet saat suatu link diperlukan

• Peta situs: menyediakan suatu tabel isi yang dapat digunakan untuk melakukan navigasi ke semua objek dan semua fungsionalitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar